TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI WEBSITE KAMI    *LEARNING By RESEARCH* =====>  VISI PROGRAM STUDI:  "Menjadikan Program Studi Pendidikan Geografi yang Berkualitas, Teladan, dan Memiliki Daya Saing Pada Tingkat Regional dan Nasional Pada Tahun 2020"    

Panitia PKKMB Ajak Pos Pengamatan Gunung Api Jadi Pembicara

Di hari kedua 24 Agustus 2021, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STKIP Kie Raha ajak Pos pengamatan Gunung Gunung Api Jadi Pembicara.

Ini menjadi momen ilmiah program studi pendidikan geografi STKIP Kie Raha telah mengundang Pak Dedi Nurani dari Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menjadi Pembicara tentang sistem pemantauan dan mitigasi bencana gunung api gamalama yang sasaran utamanya adalah di mahasiswa baru yang memilih program studi pendidikan geografi.

Tujuan dari kuliah umum ini, agar mahasiswa baru lebih mengenal karekter gunung api gamalama. Karena rata2 mahasiswa dalam menempuh pendidikan itu berada di Ternate. Sehingga pemahaman mitigasi bencana gunung api perlu untuk di pahami bagi seluruh mahasiswa. Terlepas dari tingkat pemahaman diatas sudah tentu masih memiliki relevansi degan mata kuliah di semester 1 misalnya mata kuliah geologi dasar di dalamnya juga menjelaskan tentang jenis-jenis bencana alam. Adapun subtansi dasar dari materi yang disampaikan antara lain:

  1. Tugas dan fungsi pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi yang mengacu pada dasar Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2010.
  2. Sebarang gunung api di indonesia termasuk maluku utara.
  3. Tingkat kegiatan dan ancaman letusan atau aktivitas gunung api misalnya level I (normal), level II (waspada), level III (siaga) dan level IV (waspada)
  4. Pemantauan gunung api
  5. Mitigasi bencana letusan gunung api
Panitia PKKMB menyerahkan sertifikat di narasumber (Dedi Nurani) sebagai tanda ucapan rasa terima kasih (24-08-2021)

Harapannya mahasiswa yang mengikuti kuliah umum bisa memperoleh manfaatnya secara pengetahuan dan di terapkan dalam lingkungan kehidupan masyarakat. Mahasiswa juga bisa memahami sejarah letusan Gamalama di mulai 1538-2018 tapi ini akan dilakukan secara bertahap. Di kesempatan yang sama Dedi mengajak mahasiswa geografi untuk bisa berkunjung ke kantor sehingga bisa melihat beberapa peralatan gunung api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *