Memperdalam Keilmuan Geografi Melalui Magang Mahasiswa di Stasiun Metlim & Geofisika

Mahasiswa yang angkatan 2017 telah melakukan penempatan Magang melalui dua Instansi yang berbeda yaitu Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate dan Stasiun Geofisika Kelas III.

Penempatan magang ini dimulai pada tanggal 14 Februari sampai dengan 27 Mei tahun 2020. Jumlah peserta magang 24 orang yang terbagi menjadi empat kelompok, dalam setiap kelompok terdiri dari 6 orang. Dalam magang ini hanya di fokuskan selama dua hari yaitu hari jumat dan sabtu dalam 1 minggu. Sedangkan di hari senin-kamis mahasiswa magang fokus pada aktifitas kuliah di kampus. Tujuan magang ini adalah untuk memenuhi syarat mata kuliah geografi bencana 2/Sks dengan maksud agar mahasiswa lebih banyak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang kebencanaan serta mampu menyebarkan informasi dengan baik di masyarakat.

Ketua Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Kie Raha (Alwi La Masinu) mendampinggi mahasiswa peserta magang yang di terimah oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas III ( Kustoro Hariyatmoko bersama stafnya). Dan turut hadir Kepala Stasiun Meteorologi Emalamo Kepulauan Sula (Mohamad Riva) Ternate 14-02-2020.

Penyerahan dari ketua program studi untuk peserta magang secara resmi kepada Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah (Djoko Sumardiono) Ternate 14-02-2020.

Ucapan Terima kasih kepada:

  1. Kepala Stasiun Geofisika Kelas III ( Kustoro Hariyatmoko bersama stafnya)
  2. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah (Djoko Sumardiono bersama Stafnya)
  3. Kepala Stasiun Meteorologi Emalamo Kepulauan Sula (Mohamad Riva) sehingga kegiatan penempatan mahasiswa magang ini berjalan dengan baik.
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Wakasek Kurikulum SMA Negeri 3 Kota Ternate Memberikan materi model pembelajaran STEM (science, technology, engineering and math) di Mahasiswa Geografi STKIP Kie Raha

Alwi La Masinu sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Geografi menggundang Wakasek Kurikulum  SMA Negeri 3 Kota Ternate (Jafran S. Naya) hari ini melaksanakan salah satu kegiatan tentang mengembangkan model pembelajaran berbasis STEM  (Science, Technology, Engineering and Math) yang berlangsung di Gedung C lantai 3 Prodi Geografi (12-12-2019).

Kata Alwi maksud dari kegiatan diatas adalah agar mahasiswa dapat mengetahui tentang model pembelajaran berbasis STEM sebagai bentuk perkembangan pada masa sekarang. Selain itu mahasiswa dapat membedakan antara satu model dengan model pembelajaran lainnya sebab mereka bagian dari tenaga pendidik yang berorientasi pada siswa di sekolah. Dan inti pembelajaran steam adalah menjadikan pembelajaran lebih kreatif dalam menemukan solusi dari masalah.

Saat ini Amerika sedang bersemangat menggagas pendidikan yang mengembangkan model pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering and Math). Gagasan ini muncul karena dari tahun ke tahun pencapaian skor tes anak-anak AS pada pelajaran matematika dan sains terus mengalami kemerosotan. Selain Negara Amerika ini juga di kembangkan oleh Taiwan, kurikulum pembelajaran mulai diintegrasikan dengan kurikulum STEM dan membuat siswa sebagai pusat kegiatan belajar.  Malaysia melakukan kerjasama dengan Amerika dengan melibatkan pelajar dalam bidang STEM agar dapat bersaing dalam ekonomi abad 21. Beberapa negara yang juga telah menerapkan pendidikan STEM, antara lain Finlandia, Australia, Vietnam, Tiongkok, dan Filipina. STEM telah dikembangkan di beberapa negara selama ± 3 dekade dan semakin signifikan di tahun-tahun terakhir.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kali Oba Kec Oba Utara Sebagai Target Mahasiswa Geografi STKIP Kie Raha Untuk Praktek

Foto bersama mahasiswa geografi STKIP Kie Raha angkatan 2017

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Kie Raha Ternate semester V melakukan Praktikum DAS (Daerah Aliran Sungai) di kali Oba Kecamatan Oba Utara (26-11-2019).

Praktikum ini dilakukan sebagai bentuk dari pada proses pembelajaran dan pengamatan di lapangan guna mahasiswa mampu mengetahui secara langsung proses dari pada tahapan pengukuran mengenai dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di kali Oba Kecamatan Oba Utara seperti pengukuran kedalaman air sungai dan kemiringan lereng (slope).

Praktikum ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai dengan batas Daerah Aliran Sungai, dengan cara pengukuran yang dilakukan langsung oleh mahasiswa & di bimbing oleh salah satu dosen geografi STKIP Kie Raha yaitu Siti Febriyani Syiko M.T

Praktikum Das (Daerah Aliran Sungai) yang dilakukan oleh mahasiswa Geografi STKIP Kie Raha Ternate bertujuan untuk melatih daya pikir mahasiswa mengenai dengan tujuan dan manfaat dilaksanakannya praktikum, sehingga mahasiswa mampu menentukan titik pengukuran air sungai, batas pengukuran air sungai dan bahkan sampai pada proses pemecahan masalah untuk mencari solusi dilapangan.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pertambangan dan Krisis Ekologi Jadi Ancaman di Malut

Himpunan mahasiswa program studi pendidikan geografi STKIP Kie Raha Ternate sukses melaksanakan satu kegiatan dengan tema sentral adalah Maluku Utara dalam ancaman krisis ekologi.  Perumusan tema ini dilatar belakangi dengan kekayaan alam wilayah Maluku Utara lebih dominan sumber daya alam yang tidak di perbaharui kembali dan telah dikuasi oleh para pemodal melalui Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah disetuji oleh Pemeritah Daerah di Kabupaten dan Pemerintah Provinsi.

Banyaknya Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Provinsi Maluku Utara sudah tentu akan mempercepat perubahan  rona lingkungan darat dan rona lingkungan laut sehingga akan mempengaruhi kehidupan ekologi.  Karena di dalam Ekologi terdapat suatu interaksi antara organisme dengan lingkungan atau interaksi mahluk hidup dengan lingkungan, di dalam lingkungan terdapat komponen abiotic dan komponen biotik.

Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) Geografi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kie Raha Ternate, Kamis (31/10/2019) melaksanakan dialog publik bertajuk “Selamatkan Maluku Utara dari Ancaman Krisis Ekologi”. Dialog tersebut, menyentil terkait dengan pertambangan dan krisis ekologi di Provinsi Maluku Utara (Malut).

Alwi La Masinu, dalam dialog tersebut dirinya lebih menyoroti dampak primer terhadap lingkungan paska kegiatan tambang. Dalam materinya tentang Dampak Tailing Terhadap Masyarakat dan Lingkungan menyebut pencemaran lingkungan akibat dampak paska tambang bisa terjadi dalam jangka waktu pendek dan panjang. Tailing atau limbah nikel mengandung beberapa sifat kimia, dan itu sangat berbahaya.

Irwan Abdullah ketika memberikan materinya dihadapan sejumlah mahasiswa mengatakan Provinsi Malut merupakan wilayah kepulauan yang memiliki 395 pulau kecil dan besar dengan luas daratan berkisar lebih dari 3.1 juta hektar. Selain itu, Malut juga tercatat memiliki Ijin Usaha pertambangan (IUP) sebanyak 335 yang tersebar di pulau besar dan pulau-pulau kecil di Halmahera. Meliputi Kepulauan Sula, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat dan Pulau Morotai. Kepulauan Sula 97 IUP, Halmahera Tengah 66 IUP, Halmahera Selatan 56 IUP, Halmahera Timur, 41 IUP, Halmahera Utara 38 IUP, Tidore Kepulauan 15 IUP, Halmahera Barat dan Morotai masing-masing 8 IUP dan Pemerintah Provinsi sendiri 6 IUP

menyebutkan, total luas izin tambang di Malut sudah mencapai 1,19 juta hektar. Dari luasan itu, separuh dari luas wilayah darat sudah dikonversi menjadi kawasan pertambangan mineral dan batu bara. Dengan begitu, dipandang penting adanya konsep pembangunan berkelanjutan (suistainable development) pada prinsip penting.

Prinsip penting kata dia, terdapat beberapa faktor. Diantaranya pembangunan harus memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi yang akan datang dan tetap memerhatikan ekosistem yang ada, sesuai dengan kemampuan daya dukungnyasehingga tetap terjaga dan kualitas lingkungan tidak mengalami penurunan (lestari).

Selain itu, setiap kagiatan pembangunan harus selalu mewujudkan kepentingan kelompok atau masyarakat lain dimanapun berada, serta mengindahkan keberadaan kehidupan sekarang maupun kehidupan masa datang. Serta pembangungan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek baik fisik, rohani, sosial dan budaya dalam jangka panjang, dengan tidak memboroskan dan tidak merusak sumberdaya alam yang ada, serta tidak melampaui kapasitas daya dukungnya.

Naswan Hidlia, Menurut data Badan Pusat Statistik Malut tahun 2016, sebesar 8,86% serapan pertambangan tidak  pro pada ekologi dan pembangunan berkelanjutan. IUP di Malut sebanyak 336, di sortir menjadi 327-107-24 pernah beraktifitas. Jumlah itu, 16 pabrik diantaranya beroperasi sampai saat ini. Serapan PMBP sektor pertambangan sekitar 500 milyar tahun 2018. kata tenaga pengajari Universitas Muhammdiyah Ternate ini. Menurutnya, di Malut belum ada patokan atau acuan besaran corporate social responsibility (CSR). Itu sebabnya para perusahaan terkesan bingung merealisasikan pos CSR. Coba kalau patokan, para investor pasti menjalankan CSR sesuai ketentuan. Misalnya di bidang pendidikan besarannya berapa ? kesehatan berapa ? begitu juga dengan bidang CSR lainnya.




Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pengurus Himparo-Geo STKIP Resmi dilantik Periode 2019-2020

Mahasiswa himpunan program studi (Himapro-Geo) STKIP Kie Raha, melaksanakan salah satu kegiatan pelantikan berjumlah 45 orang kepengurusan dengan masa jabatan priode 2019-2020.  Dalam  acara pelantikan kepengurusan turut hadir Ketua Program  Studi Pendidikan Geografi Alwi La Masinu, Sekretaris Proram Studi Irwan Abdullah, Ketua IKatan Alumni Geografi (IKA-Geo) Usman Amiruddin  dan beberapa delegasi himpunan dari program studi lainnya (28-11-2019)

Fadlan Hamis sebagai panitia pelaksana dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai penerus perjuangan bangsa yang nantinya akan mengembangkan tampuk pimpinan umat,  baik dalam masyarakat maupun bernegara. Dan wada horganisasi intra kampus sebagai suatu wadah untuk mengembangkan keterampilan Teknik yang sesuai dengan bidang ilmu Pendidikan geografi dan pembentukan jiwa kepemimpinan mahasiswa.


Iskandar Malik sebagai Ketua terpilih himpunan program studi (Himapro-Geo) priode 2019-2020 dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi merupakan sekumpulan orang-orang untuk membahas suatu masalah atau problem demi tercapainya suatu tujuan.
Ketua Ikatan Alumni Geografi (IKA-Geo) Usman Amirudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Revitalisasi adalah upaya untukmengvitalkan (Himapro-Geo) yang dulunya pernah vital (Hidup) akan tetapi mengalami kemunduran dan degradasi.  Proses revitalisasi sebuah organisasi (Himapro-Geo) mencakup perbaikan aspektim word, net workdan aspek pengkaderan.  Sebagai Organisasi mahasiswa di lingkup Program Studi (Himapro-Geo
Harapannya  adalah  Kepengurusan yang baru dilantik selalumenjunjung tinggi nilai-nilai moral,  nilai-nilai  akademik, menjaga amanah dengan sunguh-sunguh,  menjaga dan melangsungkan keberlangsungan organisasi yang di embannya, dan menjaga Citra Himapro sebagai Himpunan yang tetap unggulan.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar