Wakasek Kurikulum SMA Negeri 3 Kota Ternate Memberikan materi model pembelajaran STEM (science, technology, engineering and math) di Mahasiswa Geografi STKIP Kie Raha

Alwi La Masinu sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Geografi menggundang Wakasek Kurikulum  SMA Negeri 3 Kota Ternate (Jafran S. Naya) hari ini melaksanakan salah satu kegiatan tentang mengembangkan model pembelajaran berbasis STEM  (Science, Technology, Engineering and Math) yang berlangsung di Gedung C lantai 3 Prodi Geografi (12-12-2019).

Kata Alwi maksud dari kegiatan diatas adalah agar mahasiswa dapat mengetahui tentang model pembelajaran berbasis STEM sebagai bentuk perkembangan pada masa sekarang. Selain itu mahasiswa dapat membedakan antara satu model dengan model pembelajaran lainnya sebab mereka bagian dari tenaga pendidik yang berorientasi pada siswa di sekolah. Dan inti pembelajaran steam adalah menjadikan pembelajaran lebih kreatif dalam menemukan solusi dari masalah.

Saat ini Amerika sedang bersemangat menggagas pendidikan yang mengembangkan model pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering and Math). Gagasan ini muncul karena dari tahun ke tahun pencapaian skor tes anak-anak AS pada pelajaran matematika dan sains terus mengalami kemerosotan. Selain Negara Amerika ini juga di kembangkan oleh Taiwan, kurikulum pembelajaran mulai diintegrasikan dengan kurikulum STEM dan membuat siswa sebagai pusat kegiatan belajar.  Malaysia melakukan kerjasama dengan Amerika dengan melibatkan pelajar dalam bidang STEM agar dapat bersaing dalam ekonomi abad 21. Beberapa negara yang juga telah menerapkan pendidikan STEM, antara lain Finlandia, Australia, Vietnam, Tiongkok, dan Filipina. STEM telah dikembangkan di beberapa negara selama ± 3 dekade dan semakin signifikan di tahun-tahun terakhir.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *